Rabu, 28 November 2018

Istilah-Istilah Apa saja yang ada pada Akuntansi

Untuk memahami akuntansi dengan baik, kita terlebih dahulu harus memahami terminologi dasar atau istilah-istilah dalam akuntansi. Berikut ini adalah daftar istilah akuntansi yang wajib diketahui bagi Anda yang ingin mempelajari dan memahami dengan baik.

Image result for istilah istilah akuntansi
  • Akuntansi (Accounting)
Suatu disiplin yang menyediakan informasi penting sehingga memungkinkan adanya pelaksanaan dan penilaian jalannya perusahan secara efisien. Akuntansi jg dapat didefinisikan sebagai proses mengidentifikasian, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.
  • Akuntan (accountant)
Gelar bagi mereka yang telah lulus ujian-ujian akuntansi seperti yang ditetapkan dalam Undang-Undang No.34 Tahun 1954. Tenaga-tenaga akuntansi secara umum dapat didefinisikan sebagai mereka yang mempunyai pengetahuan di bidang akuntansi.

  • Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan laporan keuangan secara berkala untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan kepada pihak-pihak di luar perusahaan.
  • Akuntansi biaya (cost accounting) :
Bidang akuntansi yang berhubungan dengan pengumpulan, analisis, dan pengontrolan atas biaya.
  • Akuntansi Manajemen (management accounting) :
Bidang akuntansi yang berhubungan dengan pemecahan masalah-masalah khusus yang dihadapi oleh manajemen perusahaan.
  • Auditing (auditing) :
Bidang akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan secara bebas atas akuntansi keuangan.
  • Akuntansi pemerintahan (governmental accounting) :
Bidang akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan dan pelaporan transaksi yang terjadi dalam badan-badan Pemerintah.
  • Akuntansi perpajakan (tax accounting) :
Bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan surat pemberitahuan tahunan (SPT) dan segala sesuatu mengenai perpajakan.
  • Akuntansi public (public accountant) :
Kadang-kadang istilah untuk ini adalah akuntan ekstern (eksternal accountat) atau auditor akuntan yang memberikan jasa-jasanya untuk suatu pembayaran tertentu. Ia merupakan akuntan professional yang diberi izin oleh Negara untuk berpraktik sebagai akuntan swasta.
  • Akuntan intern (internal accountant) :
Akuntan yang bekerja untuk suatu perusahaan atau organisasi tertentu.
  • Jasa konsultasi manajemen (management advisory services) :
Jasa yang diberikan oleh akuntan public dalam bidang pemberian nasihat tentang kebijakan dan administrasi kepada manajemen perusahaan.
  • Laporan akuntansi (accounting report) :
Semua laporan yang dihasilkan oleh system akuntansi di antaranya adalah laporan keuangan.
  • Pembukuan (book-keeping) :
Pencatatan data perusahaan dengan cara tertentu.
  • Pemeriksa intern (internal auditor):
Akuntan yang bekerja di dalam perusahaan atau organisasi yang bertugas melakukan pemeriksaan untuk menentukan dipatuhinya kebijakan-kebijakan perusahaan yang telah ditetapkan.
  • Penganggaran (budgeting) :
Bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu di masa datang serta analisis dan pengontrolannya.
  • Sistem informasi (information system) :
Bidang akuntansi yang berhubungan dengan perancangan dan pelaksanaan prosedur pengumpulan dan pelaporan data keuangan maupun non-keuangan.
  • Ujian Negara Akuntansi (UNA) :
Ujian yang diselenggarakan oleh Konsorsium Ilmu Ekonomi untuk memperoleh gelar akuntan bagi para lulusan / mahasiswa jurusan akuntansi fakultas ekonomi swasta atau negeri tertentu.
  • Laporan Keuangan (financial statement) :
Laporan yang dirancang untuk para pembuat keputusan, terutama pihak di luar perusahaan, mengenai posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan. Laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas.
  • Manajemen (management) :
Sekelompok orang yang diberi tanggung jawab untuk mengelola kegiatan perusahaan.
  • Modal (capital):
Sumber pembelanjaan perusahaan yang berasal dari pemilik.
  • Neraca (balance sheet) : daftar aktiva kewajiban dan modal
Laporan keuangan yang dapat memberi informasi tentang sumber-sumber daya yang dimiliki perusahaan dan sumber pembelanjaan untuk memperolehnya. Laporan ini menyajikan posisi keuangan perusahaan.
  • Persekutuan (partnership) :
Perusahaan yang dimiliki oleh dua orang atau lebih menurut suatu perjanjian yang dilakukan diantara mereka.
  • Perseroan Terbatas (corporation) :
Perusahaan yang merupakan badan hukum terpisah yang dibentuk berdasarkan hukum dimana pemiliknya dibagi dalam saham-saham.
  • Perusahaan perseorangan (proprietorship) :
Perusahaan yang dimiliki seluruhnya oleh perseorangan.
  • Perusahaan dagang (merchandising firm) :
Perusahaan yang kegiatannya membeli barang jadi dan menjualnya kembali tanpa melakukan pengolahan lagi.
  • Perusahaan pabrik (manufacturing firm) :
Perusahaan yang kegiatannya mengolah bahan baku menjadi barang jadi dan kemudian menjual barang jadi tersebut.
Perusahaan jasa (service firm) :
Perusahaan yang kegiatannya menjual jasa-jasa.
  • Aktiva dan Harta (assets) :
Kekayaan yang dimiliki perusahaan (lihat harta). Aktiva merupakan sumber daya (resources) bagi perusahaan untuk melakukan usaha.
  • Bentuk skontro (bentuk akun = account form) :
Penyajian neraca dimana aktiva diletakkan desebelah kiri sedangkan kewajiban dan modal diletakkan di sebelah kanan sehingga menyerupai bentuk akun (laporan laba rugi juga dapat disusun dengan bentuk ini).
  • Bentuk stafel (bentuk laporan = report form) :
Penyajian neraca dimana kewajiban dan modal diletakkan di bawah aktiva.(bentuk stafel biasanya digunakan untuk laporan laba rugi).
  • Beban (expenses) Kadang-kadang disebut dengan biaya :
Penurunan dalam modal pemilik biasanya melalui pengeluaran uang atau penggunaan aktiva, yang terjadi sehubungan dengan usaha untuk memperoleh pendapatan.
  • Kas (cash) :
Uang dalam bentuk tunai maupun rekening bank yang dipunyai perusahaan.
  • Kewajiban (liabitities) : 
kadang disebut jg dengan utang (lihat utang).
  • Laba bersih (net income) :
Selisih lebih pendapatan atas beban-beban dan yang merupakan kenaikan bersih atas modal suatu yang berasal dari kegiatan usaha.
  • Laporan perubahan modal (statement of owner’s equity):
Ikhtisar tentang perubahan modal suatu perusahaan yang terjadi selama jangka waktu tertentu.
  • Pendapatan (revenue) :
Jumlah yang dibebankan kepada langganan untuk barang dan jasa yang dijual. Pendapatan dapat juga didefinisikan sebagai kenaikan bruto dalam modal (biasanya melalui diterimanya suatu aktiva dari langganan) yang berasal dari barang dan jasa yang dijual.
  • Peralatan ( equipment) :
Salah satu bentuk aktiva dalam perusahaan yang biasanya bernilai cukup besar dan digunakan untuk menjalankan kegiatan perusahaan.
  • Laporan laba rugi ( income statement) :
Ikhtisar pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu. Laporan laba rugi menunjukkan hasil usaha suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu.
  • Perlengkapan (supplies) :
Salah satu bentuk aktiva dalam perusahaan yang terdiri dari bahan pembantu.
  • Persamaan akuntansi (accounting equation) :
Hubungan antara aktiva, kewajiban dan modal yang dinyatakan dalam suatu persamaan di mana : Aktiva = Kewajiban + Modal
  • Rugi bersih (net loss):
Kebalikan dari laba bersih.
  • Transaksi (transaction) :
Kejadian atau situasi yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan dan oleh karena itu harus dicatat.
  • Utang (liabilities):
Kadang-kadang disebut juga dengan kewajiban : sumber pembelanjaan perusahaan yang berasal dari kreditur.
  • Utang dagang (accounts payable) Kadang-kadang disebut juga dengan utang usaha :
Utang jangka pendek yang berasal dari pembelian barang-barang atau jasa untuk keperluan usaha.
  • Bagan akun (chart of accounts) :
Daftar akun yang ada dalam perusahaan lengkap dengan nama dan nomor kodenya.
  • Buku besar ( ledger ) :
Kumpulan dari akun-akun yang saling berhubungan dan yang merupakan suatu kesatuan tersendiri.
  • Debit (debet) :
Sisi sebelah kiri akun. Didebit berarti pada sisi sebelah kiri akun yang bersangkutan dicatat suatu jumlah tertentu.
  • Kredit (credit) :
Sisi sebelah kanan akun. Dikredit berarti pada sisi sebelah kanan akun yang bersangkutan dicatat suatu jumlah tertentu.
  • Akun (account) sering disebut juga dengan perkiraan :
Formulir (media) yang digunakan untuk mengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis ke dalam satu nama kelompok transaksi dan tempat untuk mencatat penambahan serta pengurangan yang terjadi dalam kelompok tersebut.
  • Akun dua kolom ( two column account) :
Salah satu bentuk akun dimana sisi debit diletakkan terpisah dengan sisi kredit.
  • Akun empat kolom (balance-column atau four column account) :
Salah satu bentuk akun dimana terdapat kolom yang menunjukkan saldo akun tersebut pada akhir setiap transaksi.
  • Akun nominal (nomial account atau temporary account) :
Akun-akun yang hanya digunakan untuk mencatat transaksi selama periode tertentu yang secara berkala dipindahkan kea kun modal. Akun pendapatan, beban, dan prive termasuk dalam kelompok ini.
  • Akun prive (drawing account) :
akun yang digunakan untuk mencatat pengambilan aktiva perusahaan yang dilakukan oleh pemilik.
  • Akun riil (real account) :
Akun-akun yang saldonya dibawa terus-menerus dari satu periode ke periode yang lain. Akun-akun neraca termasuk dalam kelompok ini.
  • Saldo Debit ( debit balance ):
Saldo suatu akun dimana jumlah sisi debit lebih besar daripada jumlah sisi kredit.
  • Saldo Kredit (credit balance) :
Saldo suatu akun dimana jumlah sisi debit lebih kecil daripada jumlah sisi kredit.
  • Saldo Normal (normal balance) :
Saldo debit atau kredit yang biasanya akan terdapat pada akun tertentu.
  • Ayat Jurnal (journal entry) :
Penyajian suatu transaksi ke dalam nama akun dan jumlah yang harus didebit dan dikredit.
  • Ayat jurnal gabungan (compound journal entry) :
Ayat jurnal yang terdiri dari dua atau lebih akun yang harus didebit / kredit.
  • Beban gaji (salaries) :
Beban yang berasal dari pemakaian jasa karyawan / buruh yang dipekerjakan dalam perusahaan.
  • Beban serba-serbi (miscellaneous expenses ) :
Beban yang terdiri dari bermacam-macam transaksi yang jumlahnya kecil, tidak sering terjadi dan tidak tertampung dalam salah satu akun beban yang ada dalam bagan akun.
  • Jurnal atau buku harian (journal) :
Formulir khusus yang digunakan untuk mencatat secara kronologis transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan menurut nama akun dan jumlah yang harus di debit dan di kredit.
  • Jurnal umum (general journal) :
Bentuk jurnal yang terdiri dari dua kolom. Jurnal umum kadang-kadang disebut juga buku memorial atau jurnal standar.
  • Neraca saldo (trial balance) :
Kadang-kadang juga disebut neraca sisa atau neraca percobaan yaitu : daftar saldo akun-akun yang ada dalam buku besar perusahaan pada suatu saat tertentu.
  • Pemindah-bukuan kebuku besar (posting) :
Prosedur pemindahan data dari jurnal ke akun-akun yang bersangkutan dibuku besar.
  • Penjurnalan (journalizing) :
Pencatatan transaksi dalam jurnal.
  • Penggolong-golongan transaksi (calssifying of transaction) :
Pencatatan transaksi-transaksi yang mempunyai sifat sama dilaporkan dalam satu pos atau akun.
  • Referensi (reference) :
Dalam proses pemindah-bukuan dari jurnal ke buku besar, pencatatan nomor kode akun di jurnal untuk menunjukkan keakun mana ayat jurnal tersebut dimasukkan dan pencatatan halaman jurnal di akun untuk menunjukkan dari jurnal mana ayat jurnal yang bersangkutan berasal.
  • Siklus akuntansi (accounting cycle) :
Tahap-tahap kegiatan dalam proses pencatatan dan pelaporan akuntansi, mulai dari terjadinya transaksi sampai dengan dibuatnya laporan keuangan.
  • Ayat jurnal penutup (closing entry) :
Ayat jurnal untuk me-nol-kan saldo akun-akun sementara (nominal) yang dilakukan apabila akan dimulai pencatatan data akuntansi periode berikutnya.
  • Ayat jurnal penyesuaian (adjusting journal entry) :
Ayat jurnal yang biasanya dibuat pada akhir suatu periode akuntansi untuk mengoreksi akun-akun tertentu sehingga mencerminkan keadaan aktiva, kewajiban, pendapatan, beban, dan modal yang sebenarnya.
  • Ayat jurnal koreksi (correcting entry) :
Ayat jurnal untuk mengoreksi kesalahan yang terdapat dalam akun-akun aktiva, kewajiban, pendapatan, beban, dan modal.
  • Akumulasi penyusutan (accumulated depreciation) :
Akun yang digunakan untuk mencatat, secara akumulatif, pengalokasian beban yang diakibatkan oleh pemakaian aktiva tetap. Akun semacam ini secara umum disebut akun kontra (contra account), yaitu akun yang berfungsi mengurangi akun lain.
  • Bank (bank) :
Lembaga keuangan yang salah satu usahanya adalah memberikan pinjaman kepada perusahaan.
  • Beban bunga (interest expense) :
Beban yang timbul karena peminjaman uang.
  • Beban penyusutan (depreciation expense) :
Beban yang timbul karena pemakaian aktiva tetap berwujud.
  • Beban perlengkapan (supplies expense) :
Beban yang timbul karena pemakaian perlengkapan (bahan pembantu).
  • Beban sewa (rent expense) :
Beban yang timbul karena pemakaian sewa.
  • Utang bunga (interest payable) :
Utang kepada kreditur sebagai imbalan atas pemakaian uang yang dipinjamkan kepada perusahaan.
  • Utang gaji (salaries payable) :
Utang untuk gaji yang jasanya telah dipakai tetapi belum dibayar.
  • Ikhtisar laba rugi (income summary) :
Kadang-kadang disebut akun laba rugi; yaitu akun yang digunakan untuk menutup akun pendapatan dan beban.
  • Kreditur (creditor) :
Pihak-pihak yang memberikan pinjaman kepada perusahaan.
  • Neraca lajur (work-sheet) :
Formulir berkolom yang digunakan sebagai kertas kerja untuk menyusun laporan keuangan.
  • Neraca saldo disesuaikan (adjusted trial balance) :
Neraca saldo yang telah disesuaikan dengan jurnal penyesuaian.
  • Neraca saldo penutup (post closing trial balance) :
Neraca saldo yang dibuat setelah semua akun nominal ditutup
  • Penyusutan (depreciation):
Proses pengalokasian beban yang disebabkan oleh pemakaian aktiva tetap, seperti misalnya peralatan.
  • Akun pengendali (controlling account) kadang-kadang disebut juga akuninduk:
Akun dalam buku besar yang mempunyai rincian dalam buku besar tambahan.
  • Buku harian khusus (special journal) :
Buku harian (jurnal) yang dirancang untuk mencatat suatu transaksi (atau beberapa transaksi) tertentu.
  • Buku besar khusus (special ledger) :
Buku besar tambahan yang dirancang untuk menumpulkan data lebih rinci guna mendukung informasi yang terdapat pada salah satu akun di buku besar.
  • Buku besar tambahan (subsidiary ledger) :
Kadang-kadang disebut juga buku besar pembantu : lihat buku besar khusus.
  • Buku piutang (accounts receivable subsidiary ledger) :
Kadang-kadang disebut buku tambahan piutang: buku besar tambahan untuk akun piutang. Buku piutang merupakan kumpulan dari kartu piutang.
  • Buku utang (accounts payable ledger) :
Kadang-kadang disebut juga dengan buku tambahan utang: buku besar tambahan untuk akun utang. Buku utang merupakan kumpulan dari kartu utang.
  • Buku penjualan (sales journal) :
Buku harian yang digunakan khusus untuk mencatat penjualan barang dagang secara kredit.
  • Buku penerimaan kas (cash receipt journal)
Buku harian yang digunakan khusus untuk mencatat semua penerimaan uang termasuk penjualan tunai.
  • Buku pembelian (purchases journal) :
Buku harian yang digunakan khusus untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit.
  • Buku pengeluaran kas (cash disbursement journal) :
buku harian yang digunakan khusus untuk mencatat semua pengeluaran uang termasuk pembelian barang dagang secara tunai.
  • Buku memorial (general journal) :
Kadang-kadang disebut juga dengan buku harian umum, jurnal umum atau buku jurnal: buku harian yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat ditampung dalam salah satu buku harian khusus.
  • Cost, freight, and insurance (CIF) :
Syarat penjualan dimana penjual menanggung biaya pengiriman dan asuransi terhadap kerugian atas barang yang bersangkutan.
  • Daftar piutang (schedule of receivables) :
Daftar yang memuat saldo piutang kepada tiap-tiap pelanggan (debitur) pada suatu saat tertentu.
  • Kartu piutang (debtor’s account):
Formulir yang digunakan untuk mencatat penambahan dan pengurangan piutang kepada salah satu pelanggan (debitur) tertentu. Kartu piutang memuat informasi tentang piutang kepada salah satu pelanggan.
  • Loko gudang (penjual) (free on board shipping point)
Syarat jual beli dimana pembeli menanggung biaya pengiriman barang, dari gudang penjual sampai kegudangnya sendiri (pembeli).
  • Franco gudang (pembeli) (free on board destination point) :
Syarat jual beli dimana penjual menanggung biaya pengiriman dari gudangnya sampai ke gudang pembeli.
  • Faktur penjualan (sales invoice) :
Dokumen untuk mencatat transaksi penjualan yang merupakan bukti adanya transaksi tersebut.
  • Harga pokok penjualan (cost of goods sold) :
Harga yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh barang yang dijual.
  • Nota kredit (credit memorandum) :
Dokumen untuk memberitahu pelanggan bahwa akunnya telah di kredit sejumlah tertentu.
  • Pembelian retur dan pengurangan harga (purchases return and allowances) :
Pengembalian atau pengurangan harga atas barang-barang yang telah dibeli.
  • Penjualan retur dan pengurangan harga (sales return and allowances) :
Penerimaan kembali atau pengurangan harga atas barang-barang yang telah dijual.
  • Potongan tunai (cash discount) :
Potongan harga yang diberikan apabila pembayaran dilakukan lebih cepat dari jangka waktu kredit.
  • Potongan pembelian (purchases discount) :
Potongan terhadap harga pembelian apabila pembayaran dilakukan lebih cepat dari jangka waktu kredit. Potongan pembelian adalah potongan tunai dipandang dari sudut pembeli. Lihat potongan tunai.
  • Potongan perdagangan (trade discount):
Potongan harga yang disebabkan oleh perbedaan cara atau kondisi penjualan.
  • Potongan penjualan (sales discount) :
Potongan terhadap harga penjualan apabila pembayaran dilakukan lebih cepat dari jangka waktu kredit. Potongan penjualan adalah potongan tunai dipandang dari sudut penjual. Lihat potongan tunai.
  • Syarat pembayaran (credit term) :
Persetujuan antara pembeli dan penjual mengenai cara dan jangka waktu pembayaran suatu transaksi jual beli.
  • Kartu utang (creditor’s account) :
Formulir yang digunakan untuk mencatat penambahan dan pengurangan utang kepada salah satu pemasok (kreditur) tertentu. Kartu utang memuat informasi tentang utang kepada salah satu kreditur.
  • Nota debit (debit memorandum) :
Dokumen untuk memberitahu kreditur bahwa akunnya telah di debit dengan jumlah tertentu.
  • Pembelian (purchases) :
Akun yang digunakan untuk mencatat semua pembelian barang dagang dalam suatu periode.
  • Persediaan barang dagang (merchandise inventory) :
Akun yang digunakan untuk mencatat harga pokok barang dagang pada awal dan akhir periode akuntansi.
  • Aktiva tetap (fixed assets)
Aktiva bernilai besar yang sifatnya tetap atau permanent, digunakan dalam kegiatan perusahaan dan tidak untuk dijual kembali dalam kegiatan normal.
  • Beban administrasi dan umum general and administrative expenses) :
Beban yang terjadi dalam hubungannya dengan kegiatan perusahaan secara keseluruhan (administrative) dan beban yang bersifat umum yang tidak dapat diidentifikasikan kedalam kegiatan spesifik seperti misalnya produksi atau penjualan.
  • Bentuk bertahap (multiple step) :
Laporan laba rugi dimana beberapa kelompok beban dikurangkan dari pendapatan sehingga diperoleh beberapa pos perantara seperti misalnya, laba bruto, laba usaha, laba bersih, dan lain-lain.
  • Beban penjualan (selling expenses) :
Beban yang terjadi dalam hubungannya dengan kegiatan menjual dan memasarkan barang.
  • Bentuk langsung (single step) :
Laporan laba rugi dimana semua pendapatan, baik yang berasal dari kegiatan utama maupun pendapatan lain-lain yang bukan berasal dari kegiatan utama perusahaan disajikan secara bersama-sama kemuadian total dari semu pendapatan ini dikurangi dengan total semua beban baik yang untuk kegiatan utama perusahaan maupun yang bukan.
  • Beban lain-lain (other expenses) :
Beban yang tidak berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan.
  • Harga pokok penjualan (cost of goods sold) :
Harga beli (perolehan) dari barang yang dijual. Dalam sebuah perusahaan dagang harga pokok penjualan dicari dengan : persediaan barang dagang pada awal periode ditambah pembelian bersih selama periode dikurangi persediaan barang dagang pada akhir periode.
  • Ikhtisar laba rugi (income summary) :
Akun perantara untuk menutup akun-akun pendapatan dan beban serta akun persediaan barang dagang sebelum akhirnya dipindahkan ke akun laba ditahan atau modal.
  • Kas (cash) :
Uang tunai, check, dan rekening bank. Dalam praktik kadang-kadang antara kas dan bank dipisahkan.
  • Laba bersih (net income):
Selisih lebih semua pendapatan dan keuntungan terhadap semua beban dan kerugian. Jumlah ini merupakan kenaikan bersih terhadap modal.
  • Laba bruto (gross profit):
Penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan. Laba bruto kadang disebut juga laba kotor.
  • Laba ditahan (retained earnings):
Jumlah akumulasi laba bersih dari sebuah perseroan terbatas dikurangi distribusi laba (income distribution) yang dilakukan.
  • Laporan keuangan interim (interim financial statement):
Laporan yang dikeluarkan untuk periode lebih pendek dari periode tahunan yang regular.
  • Laporan perubahan laba ditahan (retained earnings statement):
Laporan yang menunjukkan rincian perubahan saldo laba ditahan dari awal sampai akhir periode akuntansi.
  • Laba usaha (income from operation):
Laba yang diperoleh semata-mata dari kegiatan utama perusahaan.
  • Pembelian (purchases):
Harga pembelian (harga pokok) barang dagang yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu. Untuk menghitung harga pokok penjualan (cost of goods sold) nilai pembelian yang digunakan adalah pembelian bersih (net purchases) yang dihitung sebagai : pembelian barang dagang ditambah transport pembelian (transportation on purchases atau greight-in) dikurangi pembelian retur dan pengurangan harga serta potongan pembelian.
  • Penjualan bersih (net sales):
Penjualan (pada nilai faktur) dikurangi dengan pengembalian, pengurangan harga, beban transport yang dibayar untuk langganan dan potongan penjualan yang diambil.
Pendapatan lain-lain (other income):
Pendapatan yang bukan berasal dari kegiatan utama perusahaan.
  • Persediaan barang dagang (merchandise inventory):
Harga perolehan (harga pokok) persediaan barang dagang yang ada pada suatu saat tertentu (awal atau akhir periode akuntansi).
  • Persediaan tersedia dijual (merchandise available for sale):
Kadang disebut dengan harga pokok barang yang tersedia untuk dijual : harga beli (perolehan) dari persediaan barang di awal periode ditambah pembelian bersih selama periode yang bersangkutan.
  • Surat-surat berharga (marketable secutities):
Saham atau surat-surat berharga lain yang mempunyai pasaran sehingga dapat diperjualbelikan dengan segera dan yang dimiliki perusahaan tidak dengan maksud untuk investasi jangka panjang .
  • Transpor pembelian (transportation on purchases atau freight in):
Beban-beban pengangkutan yang dikeluarkan pada waktu melakukan pembelian barang dagang.
  • Wesel tagih (notes receivables) atau Piutang wesel (notes receivables):
Janji tertulis yang diberikan oleh penarik wesel untuk membayar sejumlah tertentu pada saat diminta atau pada tanggal tertentu.
  • Wesel bayar (notes payable) atau wesel bayar (notes payable):
Kebalikan dari wesel tagih.
  • Ayat jurnal balik (reversing entries):
Ayat jurnal yang dibuat (biasanya pada awal periode akuntansi) untuk membalik ayat jurnal penyesuaian yang dibuat sebelumnya. Ayat jurnal balik dapat juga dikatakan sebagai ayat jurnal yang debit dan kreditnya merupakan kredit dan debit ayat jurnal penyesuaian masing-masing dalam jumlah yang sama.
  • Ayat jurnal koreksi (correcting entries):
Ayat jurnal yang dibuat untuk mengoreksi ayat jurnal lain yang dibuat sebelumnya.
  • Beban masih harus dibayar (accrued expenses):
Kadang-kadang disebut juga dengan accrued liabilities: biaya-biaya yang sudah merupakan beban walaupun utang yang bersangkutan belum saatnya merupakan kewajiban.
  • Jurnal penutup (closing entries):
Ayat jurnal yang dibuat untuk memindahkan saldo akun-akun sementara ke akun-akun tetap atau akun-akun neraca.
  • Pendapatan diterima dimuka (unearned revenues):
Uang muka untuk pendapatan yang belum dihasilkan.
  • Pendapatan masih harus diterima (accrued revenues):
Kadang-kadang disebut juga sebagai accrued reveivable : pendapatan yang sudah dihasilkan (earned) walaupun piutang yang bersangkutan belum saatnya ditagih.
  • Akuntansi biaya (cost accounting):
Bidang akuntansi yang berhubungan dengan penetapan harga pokok produksi dalam sebuah perusahaan pabrik (sekarang ini ruang lingkup akuntansi biaya diakui tidak hanya terbatas pada penetapan harga pokok produksi saja, tetapi juga mencakupi perencanaan dan pengendalian).
  • Bahan baku (raw materials):
Bahan-bahan yang dipakai dalam proses produksi yang dapat dengan mudah dan langsung diidentifikasikan dengan barang jadi yang dihasilkan.
  • Bahan pembantu (indirect material):
Bahan-bahan yang dipakai dalam proses produksi, tetapi tidak dapat diidentifikasikan dengan barang jadi yang dihasilkan.
  • Barang jadi (finished goods):
Barang yang telah selesai diproduksi tetapi belum dijual. Biaya yang tercakup di dalamnya meliputi seluruh biaya pabrik.
Biaya pabrik (manufacturing cost):
Biaya bahan baku, buruh langsung, dan biaya pabrikasi yang dibebankan dalam satu periode.
  • Biaya pabrikasi (overhead cost):
Biaya-biaya pabrik selain bahan baku dan buruh langsung yang tidak dapat diidentifikasin secara langsung dengan barang jadi yang dihasilkan.
  • Biaya produksi (production cost)
Biaya-biaya yang dibebankan dalam proses produksi selama satu periode. Biaya ini terdiri dari persediaan dalam proses awal ditambah biaya pabrik.
  • Buruh langsung (direct labor):
Buruh yang menangani secara langsung proses produksi atau yang dapat diidentifikasikan langsung dengan barang jadi yang dihasilkan.
  • Buruh tidak langsung (indirect labor):
Buruh yang biayanya tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan.
  • Harga Pokok Produksi (cost of goods manufactured):
Biaya pabrik ditambah dengan persediaan dalam proses awal dikurangi dengan persediaan dalam proses akhir. Biaya ini merupakan biaya produksi dari barang yang telah diselesaikan selama satu periode.
  • Persediaan dalam proses (work in process):
Biaya bahan baku dan biaya-biaya pabrik lain yang telah terjadi untuk memproduksi barang yang belum slesai.
  • Laporan harga pokok produksi (cost of goods manufactured statements):
Laporan harga pokok produksi selama suatu periode.
  • Buku cek keluar (cek register) :
Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat semua cek yang dikerluarkan.
  • Buku Voucher (voucher register) :
Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat semua voucher yang dikeluarkan.
  • Bursa efek (stock exchange) :
Tempat di mana surat-surat berharga seperti saham dan obligasi diperdagangkan.
  • Bukti kas kecil (petty cash voucher) :
Bukti tertulis yang menunjukkan jumlah dan rincian pengeluaran melalui dana kas kecil.
  • Dana kas kecil (petty cash) :
Sejumlah uang tunai tertentu yang disisihkan dalam perusahaan dan digunakan untuk melayani pengeluaran-pengeluaran tertentu. Biasanya pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan melalui dana kas kecil adalah pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya tidak besar. Pengeluaran-pengeluaran lain dilakukan melalui bank (dengan cek).
  • Harga terendah antara harga pokok dan harga pasar ( lower of cost or market) :
Penilaian yang didasarkan atas harga terendah antara harga pokok dan harga pasar. Penilaian dilakukan dengan tujuan untuk penajian di neraca.
  • Utang voucher (voucher payable) :
Akun utang yang digunakan untuk mencatat sisi kredit dari semua voucher dan sisi debit dari semua cek yang dikeluarkan.
  • Kas (cash) :
Segala sesuatu baik yang berbentuk uang atau bukan, yang dapat tersedia dengan segera dan diterima sebagai pelunasan kewajiban pada nilai nominalnya.
  • Laporan rekening Koran (bank statement) :
Catatan yang dibuat oleh bank untuk setoran yang diterima dan penarikan yang dilakukan serta saldo awal dan saldo akhir dari rekening Koran nasabah. Pada umumnya, bank akan mengirimkan tembusan dari catatan ini kepada nasabahnya pada tiap-tiap akhir bulan.
  • Penanaman sementara (temporary investments) :
Penanaman (investasi) jangka pendek dalam surat-surat berharga yang mempunyai pasar dan ditujukan untuk memutarkan kelebihan uang kas.
  • Perusahaan terbuka (listed company) :
Perusahaan yang saham-sahamnya dijual di bursa saham.
  • Pos-pos rekonsiliasi (reconciling items) :
Pos-pos yang menjelaskan perbedaan antara dua angka (saldo) yang berasal dari sumber berbeda dalam proses rekonsiliasi.
  • Rekonsiliasi bank (bank reconsiliation):
Membandingkan saldo buku dengan saldo bank dan menjelaskan perbedaan yang terjadi. Secara umum rekonsiliasi berarti membandingkan dan menjelaskan perbedaan yang terjadi terhadap dua angka (saldo) yang berasal dari sumber berbeda.
  • Saldo disesuaikan (adjusted balance) :
Saldo yang telah disesuaikan dengan pos-pos rekonsiliasi.
  • Slip deposit (deposit slip) :
Bukti penerimaan yang dibuat oleh bank untuk setoran-setoran yang diterima dari nasabah.
  • Voucher :
Bukti tertulis mengenai persetujuan untuk mengeluarkan uang.
  • Beban piutang tak tertagih (bad debt expense) :
Beban yang berhubungan dengan tidak tertagihnya piutang (lihat penyisihan piutang tak tertagih)
  • Daftar umur piutang (aged receivables) :
Daftar saldo piutang pada saat tertentu yang dikelompokkan menurut golongan umur.
  • Metode penghapusan langsung (direct write-off method) :
Suatu cara dimana pencatatan kerugian yang timbul dari tidak tertagihnya piutang dilakukan pada saat piutang yang bersangkutan diputuskan untuk dihapuskan.
  • Penyisihan piutang tak tertagih (allowance for doubtfull) :
Bagian dari piutang yang diperkirakan tidak akan dapat ditagih dan untuk kemungkinan kerugian yang disebabkan olehnya telah dicatat sebagai beban. (lihat beban piutang tak tertagih).
  • Piutang dagang (Trade receivables) :
Kadang-kadang disebut piutang usaha : piutang yang berasal dari penjualan barang atau jasa yang merupakan kegiatan usaha normal perusahaan.
  • Piutang dihapuskan (receivables written-off) :
Piutang kepada pelanggan tertentu yang dinyatakan tidak dapat ditagih oleh karena itu dikeluarkan dari catatan perusahaan.
  • Piutang lain-lain (other receivables) :
Piutang diluar piutang dagang, misalnya piutang pemegang saham, piutang perusahaan afiliasi.
  • Hasil yang diterima (proceed) :
Jumlah yang diterima pemilik wesel tagih pada saat penguangan.
  • Mendiskontokan wesel tagih (discounting notes receivable) :
Menjual wesel tagih yang dipunyai sebelum tanggal jatuh tempo.
  • Nilai maturitas atau nilai jatuh tempo (maturity value) :
Jumlah yang harus dibayarkan pada saat jatuh tempo, termasuk nilai nominal dan bunga.
  • Nilai nominal (nominal value) :
Nilai yang dicantumkan dalam wesel sebagai jumlah yang terutang.
  • Penarik wesel (drawer) :
Dalam hal promes ; pihak yang membuat janji untuk membayar dan dengan demikian yang mengeluarkan promes tersebut. Dalam hal wesel: pihak yang memberikan perintah untuk membayar.
  • Penerima Wesel (payee) :
Pihak yang menerima wesel dan dengan demikian yang menerima pembayaran.
  • Tanggal jatuh tempo (maturity date) :
Tanggal pada saat mana penarik promes (tertarik dalam hal wesel) mempunyai kewajiban untuk membayar.
  • Tertarik (drawee)
Dalam hal wesel: pihak yang harus (diberi perintah untuk) membayar wesel pada saat jatuh tempo.
  • Tingkat diskonto (discount rate) :
Tingkat bunga yang dibebankan oleh pembeli wesel (misalnya bank) pada saat didiskontokan. Diskonto adalah istilah lain untuk bunga.
  • Utang bersyarat (contingent liability) :
Utang yang timbulnya tergantung pada kejadian-kejadian di masa datang.
  • Wesel berbunga (interest bearing notes) :
Wesel yang terhadap nilai nominal yang tercantum didalamnya akan dibebankan bunga.
  • Wesel tagih didiskontokan (notes receivable discounted) :
Suatu akun kontra yang merupakan pengurang terhadap akun wesel tagih dan digunakan untuk mencatat wesel-wesel tagih yang didiskontokan.
  • Wesel tagih ditolak (dishonored notes receivable) :
Wesel yang pada saat jatuh tempo tidak dibayar oleh penariknya.
  • Wesel tak berbunga (non-interest bearing notes) :
Wesel yang terhadap nilai nominal yang tercantum di dalamnya tidak dibebani bunga.
  • FIFO (First In First Out):
Metode penetapan harga pokok persediaan yang didasarkan atas anggapan bahwa barang-barang terdahulu dibeli akan merupakan barang yang dijual pertama kali. Dalam metode ini persediaan akhir dinilai dengan harga pokok pembelian yang paling akhir.
  • Identifikasi khusus (specific identification) :
Metode penetapan harga pokok persediaan yang didasarkan atas harga pokok yang dikeluarkan khusus untuk barang-barang yang bersangkutan.
  • Metode eceran (retail method) :
Metode penetapan harga pokok persediaan secara taksiran yang didasarkan atas dasar hubungan, yang terdapat dalam tahun berjalan, antara harga pokok dengan harga jual.
  • Metode laba bruto atau metode laba kotor (gross profit method) :
Metode penetapan harga pokok persediaan secara taksiran yang didasarkan atas hubungan yang terdapat dalam periode yang lalu, antara laba bruto dengan harga jual.
  • LIFO (Last In First Out) :
Metode penetapan harga pokok persediaan yang didasarkan atas anggapan bahwa barang-barang yang paling akhir dibeli akan merupakan barang yang dijual pertama kali. Dalam metode ini, persediaan akhir akan dinilai dengan harga pembelian yang terdahulu.
  • Penetapan harga pokok persediaan (inventory costing) :
Menentukan nilai harga pokok persediaan yang ada pada suatu saat tertentu.
  • Rata-rata (Average) :
Metode penetapan harga pokok persediaan di mana dianggap bahwa harga pokok rata-rata dari barang yang tersedia dijual akan digunakan untuk menilai harga pokok yang dijual dan yang terdapat dalam persediaan.
  • Aktiva masih harus diterima ( accrued assets) dan pendapatan masih harus diterima (accrued revenues) = Pos antisipasi aktif (accrued revenues) :
Pendapatan yang sebetulnya telah dihasilkan tetapi uangnya belum diterima.
  • Beban dibayar dimuka (prepaid expense) :
Pengeluaran-pengeluaran untuk barang dan jasa yang akan digunakan untuk atau memberi manfaat dimasa mendatang.
  • Buku persediaan = kadang disebut buku stock (inventory subsidiary ledger) :
Kumpulan kartu persediaan / kartu stok
  • Harga pasar (market value) = nilai ganti (replacement value):
Harga untuk mengganti barang yang bersangkutan pada tanggal persediaan.
  • Harga terendah antara harga pokok dan harga pasar (lower of cost or market) :
Penilaian persediaan di mana persediaan dilaporkan pada harga yang terendah antara harga pokok dan harga pasar (nilai gantinya).
  • Kartu persediaan = kadang disebut dengan kartu stok (stock cards) :
Formulir untuk mencatat setiap perubahan yang terjadi setiap kali terjadi transaksi dalam satu jenis barang.
  • Metode saldo permanent (perpetual methods) :
System pencatatan persediaan di mana harga pokok penjualan dan persediaan ditetapkan setiap kali terjadi transaksi dalam persediaan.
  • Metode periodik (periodic method) :
Sistem pencatatan dalam persediaan di mana harga pokok penjualan dan persediaan ditetapkan secara berkala malalui perhitungan fisik terhadap persediaan yang ada.
  • Pembayaran dimuka (prepayments) = Pos Transitoris aktif (prepayment) :
Istilah untuk beban dibayar dimuka dan uang muka secara bersama-sama.
  • Uang muka (advances) :
Pengeluaran-pengeluaran yang dimaksudkan sebagai uang muka atas perolehan suatu aktiva.

Jaringan Computer

Apakah yang dimaksud dengan jaringan Computer?

Secara Sederhana pengertian dari Jaringan Computer adalah hubungan antara dua atau lebih sistem komputer melalui media komunikasi untuk melakukan komunikasi data satu dengan yang lainnya.



Manfaat Jaringan Computer :

Manfaat utama yang dapat kita rasakan dari terbentuknya Jaringan Computer adalah :

  1. Dapat saling berbagi (sharing) sumber daya peralatan (devices) secara bersama seperti harddisk, Printer, modem, dan lain sebagainya. Dengan demikian terjadi peningkatan efisiensi waktu dalam operasi dan biaya pembelian Hardware.
  2. Dapat saling berbagi (sharing) pengunaan file yang ada pada server atau pada masing-masing workstation.
  3. Aplikasi dapat dipakai bersama-sama (multiuser).
  4. Akses ke jaringan memakai nama, kata sandi, dan pengaturan hak untuk data-data rahasia , sehingga masing masing pengguna memiliki otorisasi.
  5. Komunikasi antar pemakai melalui email atau LAN Conferences.
  6. Pengontrolan cara pemakai ataupun pemakaian data secara terpusat dan oleh orang orang tertentu, sehingga meningkatkan keamanan dan dapat melakukan pendelegasian pekerjaan yang sesuai.
  7. Masih dalam melakukan backup data, karena manajemen yang tersentralisasi.
  8. Tidak tergantung kepada orang yang menyimpan data (apabila orangnya tidak ada) karena penyimpanan data tersentralisasi.
  9. Data selalu up to date karena server senantiasa memutakhirkan data begitu ada input (data entry) diterima.
  10. Seorang supervisor/administrator dapat melakukan pengontrolan pemakai berdasarkan waktu akses, tempat akses, kapasitas pemakaian Hard disk, Mendeteksi pemakaian yang tidak berhak, monitor pekerjaan setiap pemakai.
Jenis Jaringan Computer :

Jenis utama dari terbentuknya Jaringan Computer :

1. PAN (Personal Area Network)

PAN (Personal Area Network) adalah jaringan komputer yang digunakan untuk transmisi data antara perangkat pribadi seperti komputer, tablet, smartphone, personal digital assistant (PDA), konsol video game, perangkat peripheral dan perangkat hiburan pribadi lainnya.

PAN dapat digunakan untuk komunikasi antara perangkat pribadi sendiri (komunikasi interpersonal), atau untuk menghubungkan perangkat ke jaringan dengan tingkat yang lebih besar dan Internet (uplink) dimana salah satu perangkat “master” mengambil peran sebagai router internet.
Jaringan jenis ini akan memberikan fleksibilitas yang tinggi. Misalnya, memungkinkan Anda untuk:
  • Mengirim dokumen dari laptop, tablet, atau smartphone ke printer melalui jaringan.
  • Upload foto dari smartphone ke komputer desktop Anda.
  • Menonton film dari layanan streaming online dengan TV Anda. 

2. LAN (Local Area Network)

LAN (Local Area Network) adalah jaringan komputer yang menghubungkan komputer dalam area terbatas seperti rumah, sekolah, laboratorium, universitas atau kantor dan memiliki peralatan jaringan sendiri dan interkoneksi yang dikelola secara lokal. LAN sangat bermanfaat untuk membagi sumber daya, seperti penyimpanan data dan printer. Jaringan komputer jenis ini dapat dibangun dengan hardware yang relatif murah, seperti wireless access point, hub, adapter jaringan dan kabel Ethernet.

Jaringan komputer jenis LAN yang terkecil dapat terdiri dari hanya dua komputer, sedangkan LAN yang lebih besar dapat terdiri dari ribuan komputer. LAN biasanya sebagian besar mengandalkan koneksi kabel untuk meningkatkan kecepatan dan keamanan, namun koneksi wireless juga dapat menjadi bagian dari LAN. kecepatan tinggi dan biaya yang relatif rendah merupakan karakteristik jaringan jenis LAN.
LAN biasanya digunakan pada satu tempat di mana orang-orang harus berbagi sumber daya diantara mereka sendiri tetapi tidak dengan orang luar. Misalnya sebuah gedung perkantoran dimana semua karyawan harus dapat mengakses file pada server pusat atau dapat mencetak dokumen melalui satu atau lebih printer pusat.
Hal ini akan memudahkan karyawan dalam mengerjakan tugas-tugas mereka, tetapi Karyawan/Perusahaan tentunya tidak ingin jika orang luar yang hanya kebetulan lewat juga dapat mengakses file pada server pusat atau mengirim dokumen ke printer melalui laptop atau ponsel mereka.
Jika LAN, sepenuhnya menggunakan teknologi wireless, maka jenis jaringan ini disebut sebagai WLAN (Wireless Local Area Network).
3. MAN (Metropolitan Area Network)

MAN adalah jaringan komputer yang menghubungkan para pengguna dengan sumber daya komputer pada sebuah area geografis atau area yang lebih besar dari yang tercakup oleh LAN yang luas, tetapi lebih kecil dari area yang tercakup oleh WAN (wide area network).
Tergantung pada konfigurasi-nya, jaringan jenis ini dapat mencakup area mulai dari beberapa mil hingga puluhan mil. MAN sering digunakan untuk menghubungkan beberapa LAN untuk membentuk jaringan yang lebih luas. Saat jaringan jenis ini dirancang khusus untuk sebuah Universitas, makan terkadang disebut sebagai CAN (Campus Area Network).
4. WAN (Wide Area Network)

WAN (Wide Area Network) adalah jaringan komputer atau jaringan telekomunikasi yang membentang di atas jarak geografis yang sangat luas, seperti seluruh Negara atau seluruh Dunia. Jaringan komputer jenis WAN biasanya terdiri dari beberapa jenis jaringan yang lebih kecil, seperti LAN atau MAN.
Bisnis, Pendidikan dan Lembaga Pendidikan menggunakan jaringan jenis WAN untuk relay data antara para staf, mahasiswa, klien, pembeli dan pemasok dari berbagai daerah. Dengan menggunakan WAN, akan memungkinkan bisnis untuk secara efektif melaksanakan fungsi harian-nya dimanapun lokasinya. Internet merupakan contoh yang paling terkenal untu WAN publik.

Rabu, 07 November 2018

Perjalanan Karier & Pendidikan Iqbaal D Ramadhan

Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan
Perjalanan Karier Iqbaal Ramadhan :
Iqbaal Ramadhan mengawali kariernya di perannya sebagai Trapani dalam Musikal Laskar Pelangi (2010). Di sinilah Iqbaal Ramadhan bertemu dengan produser Coboy Junior. Tapi, seiring dengan pembentukan Coboy Junior, ia mendapat peran di Layar lebar di Film 5Elang sebagai Rusdi (2011).
Pada tanggal 23 Juli 2011, Iqbaal Ramadhan tergabung dalam grup vokal Coboy Junior. Grup vokal inilah yang mengangkat nama Iqbaal Ramadhan, dimana lagu-lagu Coboy Junior yang dibawakannya bersama Kiki, Aldi, dan Bastian sukses di pasaran. Hingga akhirnya mereka membintangi drama seri Hanya Kamu tahun 2013 dan merilis film perdana mereka berjudul Coboy Junior The Movie.
Sedikit Informasi, ketika usia Iqbaal Ramadhan 9 tahun, ia pernah bercita-cita ingin menjadi juara ajang pencarian bakat Idola Cilik. 3 tahun berturut-turut mengikuti audisi Iqbaal Ramadhan ditolak. Tapi, siapa sangka di tahun ke 4 penyelenggaraan Idola Cilik, Iqbaal Ramadhan berhasil tampil di panggung Idola Cilik, tapi buka sebagai peserta tapi bintang tamu bersama grup vokalnya Coboy Junior.
Sayangnya kesuksesan Coboy Junior sedikit berkurang dengan keluarnya Bastian pada tanggal 23 Februari 2014. Coboy Junior pun berubah nama menjadi CJR. Walaupun ditinggalkan Bastian, Grup Vokal CJR ini tetap sukses dan diminati penikmat musik Indonesia.
Seiring dengan perjalanan waktu, Iqbaal Ramadhan harus melanjutkan kuliah di Amerika Serikat. Tapi, walaupun ia sudah meninggalkan Indonesia, sejumlah tawaran tetap banyak berdatangan padanya. Salah satu tawaran yang susah untuk ia tolak adalah Film Dilan 1990.
Tidak salah jika Iqbaal Ramadhan menerima tawaran bermain film di Dilan 1990. Di Film ini Iqbaal Ramadhan menuai sukses besar dan berhasil menyingkirkan imagenya sebagai aktor dan penyayi cilik. Secara tidak langsung, ia telah diakui sebagai aktor papan atas Indonesia. Dan kabarnya, selepas lulusan kuliah, Iqbaal Ramadhan akan bermain di film yang bakal menuai sukses lagi, yaitu: Film Bumi Manusia.

Pendidikan Iqbaal Ramadhan:
Iqbaal Ramadhan bersekolah di Sekolah Dasar (SD) SDIT AL-Muhajirin Pondok Kopi
, lalu lanjut ke SMP Global Islamic School Condet dan 

terakhir sekolah SMA di Pre College Armand Hammer United Wortd College, New Meksiko, Amerika Serikat.

Rabu, 31 Oktober 2018

Profil Iqbaal Dhiafakhri R

Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan

Penyanyi Indonesia
Lahir     : Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 28 Desember 1999
Profesi  :Penyanyi Indonesia 
Karier   
  • Penyanyi Indonesia

Iqbaal adalah aktor dan penyanyi berkebangsaan Indonesia. Ia merupakan anggota dari grup vokal pria yang pertama, CJR yang dulunya sebelum tanggal 23 Februari 2014 bernama Coboy Junior dan anggota kedua, Project Jr. 8 sejak tahun 2017. Selain berkarya bersama group vocal CJR dan Project Jr. 8, Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan secara personal sudah menghasilkan dua mini album yaitu Songs For SoniQ I (2013) dan Songs For SoniQ II (2014).
Selain Untitled Song (US) yang ditulis tahun 2013, baru baru ini Iqbaal menulis lagu baru yang berjudul Semesta dan direncanakan rilis di dalam mini album Songs For SoniQ III, tahun 2016 ini. Komunitas penggemar Iqbaal sendiri dikenal dengan sebutan SoniQ (sobatnya Iqbaal). Bersama SoniQ, Iqbaal sudah menghasilkan 3 mini album Songs From SoniQ 2013, Songs From SoniQ 2014, dan Songs From SoniQ 2015.
Nama Iqbaal kembali mencuat di publik ketika ia terpilih sebagai sosok Dilan dalam film adaptasi dari novel DILAN: DIA ADALAH DILANKU TAHUN 1990 karya penulis Pidi Baiq. Dalam film Dilan, Iqbaal akan beradu peran dengan sejumlah nama lain seperti Vanesha Prescilla (Milea), Gusti Rayhan (Akew), Steffi Zamora (Susi), Yoriko Angeline (Wati), Zulfa Maharani (Rani), dan Debo Andryos (Nandan).
Di balik kabar Iqbaal Dhiafakhri jadi Dilan, muncul berbagai pendapat dari netizen. Ada yang menyatakan setuju jika Iqbaal Dhiafakhri jadi Dilan, tapi ada juga yang mengatakan Iqbaal Dhiafakhri kurang cocok jadi pemeran Dilan. Namun, akhirnya Iqbal sukses memerankan tokoh eksentrik.

Kontroversi kembali menerpa Iqbaal saat dia ditunjuk untuk memerankan tokoh Minke dari novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Salah satu novel tetralogi Pulau Buru itu diangkat menjadi film oleh sutradara kawakan Hanung Bramantyo. Netizen banyak yang menilai bahwa Iqbaal tidak cocok untuk memerankan tokoh bersejarah itu.

Istilah-Istilah Apa saja yang ada pada Akuntansi

Untuk memahami  akuntansi  dengan baik, kita terlebih dahulu harus memahami terminologi dasar atau istilah-istilah dalam akuntansi. Berikut ...